5 Hari di Chiang Mai: Slow Travel Bersama Keiko
Akhirnya… Kami mengunjungi Chiang Mai juga, setelah cukup lama masuk juga ke travel bucket list kami! 🇹🇭
Welcome back to another family travel story from me, suami, dan Keiko.
Setelah beberapa kali traveling ke Thailand ( luckily these 2 summers we always visited Bangkok ), akhirnya kali ini kami memutuskan untuk mencoba sesuatu yang sedikit berbeda. Kalau Bangkok selalu terasa ramai, cepat dan penuh energi, Chiang Mai justru memberikan suasana yang jauh lebih santai.
Dan sejujurnya, itu yang kami cari.
Kami menghabiskan 5 hari di Chiang Mai, tanpa itinerary yang terlalu padat. Lebih banyak jalan kaki, mencari café, makan enak, mampir ke pasar, naik tuk-tuk kalau sedang malas jalan, dan sesekali cuma… go with the flow.
Buat kami, inilah yang membuat Chiang Mai terasa begitu menyenangkan.
⸻
Dari Bangkok ke Chiang Mai
Kami terbang dari Bangkok menuju Chiang Mai menggunakan Thai Airways.
Penerbangannya cukup singkat, jadi setelah meninggalkan Bangkok, rasanya tidak lama kemudian kami sudah sampai di Chiang Mai. Walaupun singkat, kita tetap diberi snack, bukan hanya roti dan air kayak maskapai nasional negeri kita, tapi chicken wrapped yang cantik dan enak, dan minumnya tetap disajikan melalui trolley dan bisa pilih apa saja, luar biasa !
Begitu tiba di Chiang Mai kita dijemput lewat pemesanan taksi online dari Booking.com yang sudah aku pesan sebelumnya.
Chiang Mai dan suasananya langsung terasa berbeda.
Lebih tenang. Lebih hijau. Dan somehow, semuanya terasa lebih cozy.
Kami kemudian menuju hotel tempat kami menginap selama di Chiang Mai, yaitu Norn Nimman.
⸻
Menginap di Nimman: Kenapa Kami Memilih Area Ini?
Kalau kamu sedang mencari area terbaik untuk menginap di Chiang Mai, menurutku Nimman bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik, terutama kalau kamu suka café, bakery, restoran, shopping, dan suasana yang lebih modern.
Nimman sebenarnya terasa cukup berbeda dari image Chiang Mai yang mungkin ada di kepala kita tentang kuil-kuil tua dan jalan kecil di Old City.
Di sini kamu akan menemukan banyak:
☕ coffee shops
🥐 bakeries
🍜 restaurants
🛍️ shopping malls
👗 boutique shops
🏨 hotels
🍹 cafés & bars
Dan yang paling aku suka, semuanya terasa cukup dekat satu sama lain.
Kami menginap di Norn Nimman, dan hotel ini cukup cocok untuk perjalanan keluarga seperti kami. Ada juga small pool yang ternyata cukup seru untuk Keiko.
Kadang-kadang setelah seharian jalan-jalan, kami tidak ingin pergi ke mana-mana lagi. Tinggal balik ke hotel, santai, dan membiarkan Keiko bermain di pool.
Perfect.
⸻
Nimman: Coffee, Bakery & Just Wandering Around
Salah satu hal yang paling kami nikmati selama di Chiang Mai justru bukan tempat wisata besar.
Tapi… wandering around.
Bangun pagi, keluar hotel, cari coffee shop, makan sesuatu, melihat toko-toko kecil, lalu jalan lagi tanpa tujuan yang terlalu jelas.
Nimman sangat cocok untuk gaya perjalanan seperti ini.
Kalau kamu suka café hopping, Chiang Mai terutama area Nimman punya banyak pilihan. Ada coffee shop yang minimalis, bakery kecil yang cantik, sampai tempat makan yang lebih modern.
Dan karena kami memang suka mencari coffee shop dan tempat makan ketika traveling, Nimman terasa seperti area yang pas untuk kami.
⸻
Exploring Chiang Mai Old City by Tuk-Tuk
Tentu saja kami tidak mungkin ke Chiang Mai tanpa menjelajahi Old City.
Suatu hari kami naik tuk-tuk dan berkeliling kawasan kota tua.
Ini salah satu cara yang menurutku paling fun untuk menikmati Chiang Mai.
Kami melewati beberapa kuil terkenal, termasuk:
Chiang Mai memang terkenal dengan banyaknya kuil Buddha. Bahkan saat hanya berkeliling dengan tuk-tuk, rasanya selalu ada kuil atau bangunan tradisional yang menarik untuk dilihat.
Kami tidak membuat itinerary khusus untuk mengunjungi sebanyak mungkin temple.
Justru kami lebih suka melihatnya sambil jalan dan menikmati suasananya.
Slow travel, remember? 😄
⸻
Chiang Mai Food: One of the Best Parts of the Trip
Kalau ada satu hal yang tidak pernah kami lewatkan ketika traveling, tentu saja itu adalah makanan.
Dan Chiang Mai tidak mengecewakan.
Kuliner Chiang Mai punya karakter tersendiri karena kota ini berada di Northern Thailand.
Salah satu makanan yang paling terkenal tentu saja Khao Soi — mie dengan kuah curry yang creamy dan gurih, kemudian diberi crispy noodles di atasnya.
Tapi selain Khao Soi, kami juga mencoba berbagai makanan Thailand lainnya selama perjalanan.
Mulai dari makanan lokal, grilled dishes, spicy dishes, snacks di pasar, sampai café food.
Dan ada satu restoran yang ingin banget aku rekomendasikan.
Namanya So Good.
Dan yes… namanya memang So Good, karena kami sampai balik lagi dua kali! 😂
Biasanya kalau kami traveling, kami cukup jarang makan di restoran yang sama berkali-kali karena masih banyak tempat lain yang ingin dicoba.
Tapi yang satu ini berbeda.
Makanannya cocok dengan selera kami, suasananya juga nyaman, dan akhirnya kami berpikir:
“Okay, let’s come back.”
Dan akhirnya kami benar-benar kembali.
Dua kali.
Jadi kalau kamu sedang mencari tempat makan Thailand yang enak di Chiang Mai, terutama di sekitar Nimman, So Good definitely masuk dalam rekomendasi kami.
⸻
A Day at Chiang Mai’s Local Markets
Kami juga sengaja menyediakan satu hari khusus untuk mengunjungi dua pasar.
Dan ternyata ini menjadi salah satu hari favorit kami.
Yang pertama adalah Coconut Market.
Ini honestly salah satu tempat yang paling kami suka selama di Chiang Mai.
Bayangkan jalan kecil yang dikelilingi pohon kelapa, suasana hijau, jembatan kayu, dan berbagai stall makanan serta barang-barang lokal.
Ada makanan Thailand, coconut drinks, snacks, handmade products, pakaian dan berbagai barang kecil yang menarik untuk dilihat.
Suasananya juga terasa sangat berbeda dari shopping mall atau night market biasa.
Lebih hijau dan santai.
Keiko juga menikmati tempat ini karena ada banyak area terbuka untuk dijelajahi.
Kalau harus memilih satu pasar favorit kami selama di Chiang Mai, Coconut Market would be it.
⸻
Setelah itu kami juga mengunjungi Ban Ram Poeng Market.
Pasar ini juga menarik dan punya banyak pilihan makanan serta berbagai stall lokal.
Tapi dibandingkan Coconut Market, suasananya terasa jauh lebih ramai.
Very busy!
Jadi kalau kamu suka suasana pasar lokal yang ramai dan ingin melihat lebih banyak aktivitas, Ban Ram Poeng bisa menjadi pilihan yang menarik.
Tapi personally, kami lebih menikmati Coconut Market karena suasananya lebih relaxed.
⸻
The Rest of Our Days: No Rush
Dan sisanya?
Tidak ada itinerary yang terlalu serius.
That’s the beauty of traveling slowly.
Kadang kami keluar hanya untuk mencari makan.
Kadang mencari café.
Kadang naik Grab.
Kadang naik tuk-tuk.
Kadang jalan tanpa tahu akan sampai di mana.
Dan kadang setelah seharian jalan, kami hanya kembali ke hotel dan santai.
Menurutku, Chiang Mai memang salah satu kota yang cocok untuk gaya perjalanan seperti ini.
Tidak harus selalu mengejar attraction berikutnya.
Tidak harus bangun pagi setiap hari untuk mengejar sunrise.
Tidak harus memasukkan 10 tempat ke dalam satu hari.
Just enjoy the city.
⸻
Chiang Mai with Kids: Is It Family Friendly?
Karena kami traveling bersama Keiko, salah satu hal yang aku perhatikan tentu saja adalah apakah sebuah kota nyaman untuk traveling bersama anak.
Dan menurut pengalaman kami, Chiang Mai cukup family-friendly.
Kami bisa berpindah-pindah menggunakan Grab atau tuk-tuk, banyak pilihan restoran dan café, hotelnya juga cukup beragam, dan banyak tempat yang bisa dinikmati tanpa harus membuat itinerary yang terlalu melelahkan.
Justru menurutku, Chiang Mai cocok untuk keluarga yang ingin mencoba slow travel in Thailand.
Anak tidak harus terus-menerus diajak sightseeing.
Ada pool di hotel, café untuk berhenti, pasar untuk eksplorasi, makanan untuk dicoba, dan banyak ruang untuk sekadar menikmati hari.
⸻
Ending Our Chiang Mai Trip with the Best Spa Experience
Setelah lima hari jalan-jalan, makan, eksplorasi pasar, naik tuk-tuk dan menikmati café…
kami mengakhiri perjalanan Chiang Mai dengan salah satu spa experience terbaik yang pernah kami coba. 💆♀️
Honestly, setelah berjalan cukup banyak selama beberapa hari, spa terasa seperti penutup yang sempurna.
Tidak ada lagi itinerary.
Tidak ada lagi yang harus dikejar.
Just relax.
Dan menurutku, itu benar-benar cara yang tepat untuk mengakhiri perjalanan kami di Chiang Mai.
⸻
One More Day: Chiang Rai
Sebenarnya selama berada di Chiang Mai, kami juga menyempatkan diri untuk melakukan day trip ke Chiang Rai.
Tapi karena Chiang Rai punya begitu banyak cerita dan tempat menarik untuk dibagikan, aku rasa perjalanan itu deserves its own video and article.
Jadi untuk Chiang Rai, tunggu cerita kami berikutnya. 😉
⸻
So, Would We Go Back to Chiang Mai?
Absolutely.
Lima hari ternyata terasa cukup untuk mendapatkan sedikit gambaran tentang Chiang Mai, tapi belum cukup untuk benar-benar mengenal kotanya.
Yang paling kami suka bukan hanya temple atau tempat wisatanya.
Tapi the feeling of Chiang Mai.
Cozy cafés.
Good food.
Local markets.
Green surroundings.
Tuk-tuk rides.
Slow mornings.
Dan banyak momen kecil bersama keluarga yang mungkin justru akan paling kami ingat nanti.
Karena buat kami, traveling bukan selalu tentang berapa banyak tempat yang bisa dicentang dari bucket list.
Sometimes it’s simply about being somewhere new, together. 🤍
And finally…
Chiang Mai — checked off our bucket list. 🇹🇭✨
Chiang Mai travel, Chiang Mai itinerary, Chiang Mai travel with kids, Chiang Mai food, Nimman Chiang Mai, Chiang Mai Old City, Coconut Market Chiang Mai, Thailand slow travel


No comments:
Post a Comment
Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan