Kalau biasanya wisatawan datang ke Bali untuk beach club atau cafe hopping di Canggu dan Seminyak, musim panas lalu kami justru menemukan sisi Bali yang jauh lebih tenang dan autentik: Desa Les di Bali Utara.
Desa kecil ini menawarkan pengalaman slow living yang sulit ditemukan di area Bali Selatan. Suasananya masih lokal, turis belum terlalu ramai, dan kehidupan berjalan jauh lebih santai.
Sebagai keluarga dengan satu anak, kami benar-benar menikmati waktu di sini.
Menginap di Kura-Kura Resort Desa Les
Selama di Desa Les, kami menginap di Kura-Kura Resort, sebuah penginapan sederhana yang langsung berada di depan pantai.
Yang membuat kami suka, resort ini dimiliki oleh orang Bali asli. Jadi kalau kalian ingin support local business di Bali, tempat seperti ini layak banget dipilih.
Suasananya humble, hangat, dan terasa personal..
Setiap pagi sarapan sudah disediakan. Kalau ingin makan siang atau makan malam, mereka juga bisa membantu menyiapkan makanan.
Dan honestly, selama menginap di sana kami selalu makan malam di restoran mereka karena semuanya enak.
Fresh fish from the sea, dimasak simpel tapi rasanya luar biasa. Tidak pernah salah order, dan harganya juga ramah di kantong.
Sunrise, Yoga, dan Slow Morning di Bali Utara
Salah satu hal paling memorable selama di Desa Les adalah suasana paginya.
Karena lokasi resort tepat di depan pantai, kami bisa menikmati sunrise langsung dari depan kamar. Suasananya tenang sekali, hanya suara ombak dan angin laut.
Pemilik resort juga sering melakukan sunrise yoga di pagi hari. Bahkan melihat suasananya saja rasanya ikut zen.
Pantai di Desa Les memang bukan tipe pantai pasir putih halus. Lebih banyak batu dan kerikil, tapi justru itu yang membuat pengalaman terasa berbeda.
Anak kami happy banget bermain di pantai sambil eksplor batu-batu kecil di tepi laut.
Massage by the Beach yang Bikin Relax Total
Salah satu pengalaman favoritku di Desa Les adalah massage by the beach.
Pemilik hotel punya kenalan tukang pijat lokal yang dipanggil saat ada tamu yang ingin massage. Mereka membuat gazebo kecil tepat di depan pantai, lalu pijat dilakukan sambil mendengar suara ombak. Asli anakku tidur lelap selama dipijat ;-)
Simple but unforgettable.
Tidak perlu spa mewah untuk merasa rileks.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Desa Les Bali
Kalau kalian berencana mengunjungi Desa Les Bali Utara, ini beberapa aktivitas yang bisa dilakukan:
- Menikmati sunrise di pantai
- Sunrise yoga
- Snorkeling di laut Bali Utara
- Menikmati seafood segar
- Massage di pinggir pantai
- Mengenal kehidupan lokal Bali Utara
- Mengunjungi air terjun sekitar desa
- Slow living experience jauh dari keramaian turis
Mengunjungi Air Terjun Yeh Mempeh
Tidak jauh dari resort, kami juga mengunjungi Air Terjun Yeh Mempeh.
Kami datang sekitar jam 8 pagi dan suasananya masih sangat sepi. Tracking menuju air terjunnya cukup mudah dan nyaman dilakukan bersama anak.
Namun karena hari itu hari libur, tidak lama kemudian mulai banyak warga lokal datang untuk piknik bersama keluarga.
Dan justru itu yang membuat pengalaman terasa spesial.
Melihat keluarga lokal menikmati waktu bersama di alam terasa sangat hangat dan autentik.
Desa Les Bali, Tempat untuk Menikmati Bali yang Lebih Tenang
Desa Les mungkin bukan destinasi untuk kalian yang mencari nightlife atau beach club.
Namun kalau kalian ingin melihat sisi Bali yang lebih tenang, lokal, dan autentik, tempat ini benar-benar layak dikunjungi.
Bagi kami, Desa Les adalah pengingat bahwa liburan terbaik tidak selalu tentang hotel mewah atau itinerary padat.
Kadang yang paling membekas justru sunrise di depan laut, seafood segar setiap malam, dan suara ombak saat dipijat di gazebo kecil pinggir pantai.





No comments:
Post a Comment
Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan