Cagar Alam Lembah Yosemite, California















 Happy 4th July, USA!!

Amerika Serikat tak akan ada habisnya untuk dibahas di dunia perwisataan, apa sih yang Amerika tidak punya, danau, gunung, laut, kota metropolis, kampung Indian, cagar alam, taman hiburan dan masih banyak lagi. 
Bisa jadi ini salah satu alasan Kedutaan Amerika kerap kali memberikan visa selama 5 tahun untuk aplikan yang dianggap kompeten, karena alasannya simple saja, Amerika gak bisa di eksplor sekali dua kali dalam waktu yang singkat.

Salah satu propinsi di Amerika yang menjadi favorit saya salah satunya adalah California. California tidak melulu mengenai kota besar  Los Angeles, San Francisco, Hollywood yang metropolis, meriah dan sibuk, tapi di California juga terdapat salah satu cagar alam terkenal di seantero dunia: Yosemite National Park.

Ekosistem cagar alam Yosemite dipelihara dan tak lepas dari penelitian, setiap mobil yang masuk akan diperiksa apakah membawa tanaman karena hal tersebut tidak diperkenankan, tanaman dari luar strictly prohibited.
Lupakan bisa eksis di social-media di dalam cagar alam Yosemite, karena menara untuk sinyal telepon tidak diperkenankan ada di area Yosemite.


Saya melihat “Sang Kapitan” dari kejauhan saat pertama kali kami tiba di Yosemite, nama aslinya adalah “El Capitan” yang merupakan sebuah kumpulan batu granit berdiri vertikal dengan tinggi 900 meter, dan merupakan area favorit para pemanjat tebing.


Yosemite adalah rumah bagi air terjun yang tak terhitung jumlahnya. Waktu terbaik untuk melihat air terjun adalah selama musim semi, ketika salju mulai mencair. Tercatat ada 9 air terjun besar yang ada di area Yosemite. Fenomena Api Terjun juga terdapat di Yosemite  karena pada saat air jatuh dari ketinggian sekitar 2000 kaki, mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh dari atas. Sebenarnya fenomena ini bukanlah lava yang jatuh, melainkan air yang sedang terjun mendapatkan efek dari sinar matahari yang akan terbenam. Namun fenomena ini harus didukung dengan cuaca yang cerah, keberadaan matahari yang tepat saat menyinari air, dan debit air yang cukup banyak untuk bisa membuat air terjun di Yosemite National Park mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh.




Karena luasnya cagar alam Yosemite ini, jelas seharian tidak cukup waktu untuk mengeksplor nya, maka jika Anda punya banyak waktu, tersedia sarana kemping untuk menginap beberapa hari. Berada di tengah-tengah sumber alam adalah hiburan yang sangat mendidik bagi keluarga.

Taman Nasional Yosemite merupakan rumah bagi ratusan beruang hitam (American Black Bears), beruang ini memiliki nafsu makan yang rakus. Mereka juga sangat penasaran dan memiliki indera penciuman luar biasa. Kombinasi ini menggoda mereka untuk mencari makanan bahkan dengan cara agresif. Oleh karena itu, makanan yang Anda bawa saat berkemah wajib disimpan di dalam loker terkunci yang telah tersedia.
Jangan anggap remeh peraturan penyimpanan makanan ini , karena jika Anda tidak mematuhinya maka bisa-bisa Anda dikenakan denda sebesar US$ 5000 atau Rp. 50.000.000 bahkan ijin berkemah bisa dicabut. 







                                           






1 comment:

  1. wah, taman nasionalnya kereen, tertarik sama fenomena api air terjunnya nih :D

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan

INSTAGRAM FEED

@soratemplates