Inspirational Person: Resep Umur Panjang




---Mau ikutan #PeopleAroundUs nya @amrazing , sayang saya tdk punya foto dari profile yang ceritanya saya kisahkan ini--
Sept, 11th 2013



Wajah dan senyum bapak setengah baya itu tidak bisa saya lupakan, lambaian tangan dan ucapan selamat tinggal mengantarkan saya sampai di depan plataran hotel di Bajawa miliknya. Kondektur bis dengan tujuan Labuan Bajo yang telah saya pesan sebelumnya terlihat dengan sigap mengatur tas ransel 14 kilo milik saya di atas atap bis.
Sekali lagi saya ucapkan salam perpisahan kepada bapak yang entah siapa namanya, dia pun menarik saya dalam pelukkan seperti ayah kepada anak. Ah mendadak saya pun merindukan sosok almarhum papi saya. 

Terus terang saya tak ingat nama beliau , bahkan saya tak tahu kalau hotel yang saya tempati di Bajawa ini adalah miliknya, sikap rendah hati yang terasa tulus membuat siapa saja pasti terkejut jika beliau adalah pemilik salah satu hotel terbesar di kota dingin Bajawa, Flores.

--
Malam itu saya dan beberapa tamu sedang asyik dengan gadget masing-masing di ruang makan hotel Edelweis ini, setelah 2 minggu berpetualang di NTT yang nyaris tidak terdapat sambungan wifi, maka ketika akhirnya kembali bertemu dengan sambungan internet rasanya senang bukan kepalang, sambil sesekali saya harus menjawab beberapa pertanyaan dari para pejalan lainnya yang kebetulan masih blur mengenai itinerary perjalanan mereka di Indonesia. 
Pada saat itulah saya berkenalan dengan bapak tua ini, ditemani dengan staff nya, mereka memasang video dari laptop mereka, video dengan suara lumayan kencang itu membuat saya penasaran dengan apa yang mereka tonton, saya sampaikan sekaligus minta ijin bolehkah saya bergabung untuk menontonnya. Sang bapak tersenyum sambil berkata tentu saja saya boleh melihatnya.

Ternyata video tersebut adalah rekaman saat tradisi Kasao dilakukan, Kasao adalah ritual sebelum dan sesudah proses membangun rumah adat, "kebetulan Tuhan telah memberikan saya berkat, saatnya saya harus mengembalikan berkat tersebut bagi sesama dalam bentuk rumah adat" begitu ujarnya. 

Tradisi membangun rumah adat di Flores berikut ritual nya tentu bukan urusan murah, entah berapa babi, sapi, ayam harus mereka beli untuk disembelih. Belum lagi alat bangunan dan para tenaga yang membangun rumah tersebut, terlebih lagi di Flores untuk bangun membangun, kontraktor tak banyak seperti di tanah Jawa. 








Pemutaran video tersebut telah usai, namun saya masih ingin berbincang-bincang dengannya, pembawaannya yang tenang, kalem dan rendah hati membuat siapa saja yang berada di dekatnya merasa senang.
Beliau membawa saya melihat-lihat foto berpigura yang terpajang di ruang tamu resepsionis.
"Ini ke 7 anak saya, semua sekarang sudah berkeluarga kecuali anak perempuan saya yang paling tua, ini anak saya no 2 istrinya orang Jawa dan bekerja sebagai apoteker" ujar Bapak sambil menjelaskan apa yang sekarang dilakukan oleh ke 7 anaknya dengan bangga. 
"Rata-rata saya sekolahkan mereka di Malang, kota nya dingin jadi mereka bisa konsentrasi sekolah, ujarnya sambil tersenyum" tambahnya lagi.
"Jadi bapak yang mengarahkan untuk sekolah dimana, dan anak-anak bapak mau mendengarkan dan menuruti apa kehendak Bapaknya? Bapak hebat". ucap saya.

Setelah satu pigura foto selesai dijelaskannya, pindahlah kami ke pigura di sebelahnya, nampak foto serombongan grup dengan latar belakang di Yerusalem. Kembali dengan semangat bapak ini, menjelaskan dimana foto itu diambil, apa yang dilihatnya dan pengalamannya selama melakukan holy trip di Israel, Mesir dan Yordania. Bahkan beliau sudah tidak sabar untuk melakukan perjalanan berikutnya pada musim panas mendatang ke Eropa Barat.
Terus terang saya penasaran dengan usia bapak ini, namun apakah sopan jika bertanya? Ketika rasa penasaran mengalahkan semua rasa, dengan setengah berbisik saya menanyakan 'boleh tau berapa usia bapak sekarang?' tanya saya hati hati.
'Saya sekarang 78 tahun' jawabnya tanpa merasa tersinggung karena pertanyaan saya. 'Wow, Tuhan memberkati bapak, bapak terlihat awet muda, gigi bagus semua dan masih kuat, pak" ujar saya
"Ini semua karena yang di Atas" sambil mengangkat tangannya ke atas tanda bersyukur, "ditambah lagi di Bajawa udara dingin, sayuran banyak yang segar " katanya melanjutkan sambil tersenyum. 

Saya terharu. Pelajaran kehidupan baru saja kembali saya dapatkan, hidup gak usah ngoyo, terus bersuka cita, membahagiakan sesama dan puji Tuhan, sepertinya itu resep umur panjang :-)


Bajawa, Nusa Tenggara Timur, 
April 6th - 8th 2013.









2 comments:

  1. Senangnya bisa dapat 'pelajaran' berharga dari Bapak ini. Thanks udah sharing :)

    ReplyDelete
  2. u re welcome Yen :) senang sudah berbagi...

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan

INSTAGRAM FEED

@soratemplates