[VLOG] Menyusuri Kota Kuno Yazd di Iran



Jika ada kota tua di Iran yang meninggalkan kesan paling dalam, mungkin saya bisa bilang kota Yazd adalah primadonanya. Sengaja saya masukkan ke dalam agenda sebagai kota yang akan paling lama kami tinggali, sekalian hibernasi karena cuaca panas di Iran yang gak santai. Selama kami disana cuaca sekitar 40 derajat setiap harinya, panas di Iran lebih menyengat tapi tidak humid seperti di negara tropis kayak Indonesia.
Kami tiba dari Yazd dari Shiraz diantar baba, ayah dari pemilik guest house yang kami  inapi sekaligus yang mengantar kami kemana-mana selama di Shiraz. Baba beserta istri dan anak-anaknya seperti keluarga yang sudah lama kami kenal saja, sampai sekarang pun kami masih bertegur sapa di dunia maya, mereka berharap kami mengunjungi Shiraz kembali suatu hari nanti, demikian juga kami dengan harapan yang sama.
Related posts : 
Baba mengantar kami tiba dengan selamat dari perjalanan panjang Shiraz - Yazd,  tepat di depan gang dan di depan plataran mesjid Jāmeh yang merupakan mesjid terkenal di Iran, berusia 800 tahun dan memiliki minaret salah satu yang tertinggi di Iran. 
Jalan menuju penginapan yang telah kami reservasi sebelumnya ternyata mudah saja, tinggal ikuti papan kecil yang ditempel di dinding, karena ini hotel baru jadinya papan pengumumannya juga masih bersih dan jelas, belum tertutup debu.

 


Setelah beristirahat semalaman setibanya di Yazd, pagi-pagi usai sarapan kami segera bergegas ingin menikmati kota kuno ini untuk menghindari panas yang menyengat, kalau pagi agak tertolong dengan angin yang lumayan adem tapi jangan tanya jika sudah jam 11 siang keatas. 
Orientasi yang tinggi diperlukan ketika menyusuri kota kuno Yazd ini, semua belokkan terlihat hampir sama, dindingnya berwarna seragam seperti warna lumpur mengering, dan sesuai namanya "The City of Wind-Catchers", maka di Yazd banyak sekali terlihat penangkap angin, terdengar aneh ya? Well, itu juga reaksi saya pertama kali ketika membaca mengenai wind catcher ini, istilahnya ya seperti AC jaman kuno lah, berbentuk seperti menara yang dibuat sedemikian rupa dan menara tersebut ada di atas rumah sebagai ventilasi udara. Hebat ya para pemikir di masa lalu itu, belum ada peralatan yang memadai namun sudah bisa memikirkan penemuan-penemuan baru yang termasuk jenius pada masanya.

Wind Catcher in Yazd, Iran - An Ancient Air Conditioner


Karena bulan puasa dan sekolah liburan musim panas selama 4 bulan, maka saya hampir jarang bertemu dengan orang lokal yang lalu lalang di labirin raksasa ini, sesekali ibu berkerudung dengan chador hitam-hitamnya melewati kami, memberikan senyum yang singkat namun kebanyakkan hanya menunduk dan melanjutkan perjalanan. 
Saya perhatikan dress code di Yazd sudah lebih tradisional dibandingkan di Shiraz yang modern, kalau di Shiraz saya biasa melihat para perempuan Iran yang modis lengkap dengan legging warna warni, lipstik mentereng, terbalik sekali dengan Yazd yang serba hitam dan tradisional, kontras dengan warna labirin kecoklatan di sekelilingnya.

Women in Yazd wearing traditional chador

Never ending labyrinth like this in Yazd

Gate all around the old town

Doors Parade

Door knockers

Yazd and its all about
Yazd disebut-sebut sebagai the ‘oldest living city on Earth’ given that it’s been continually inhabited for about 7000 years, berjalan menyusuri kota kuno Yazd memang seperti kapsul waktu yang membawa kita kembali ke masa lampau. Pada abad ke 13 saat dimana Marco Polo berada di Yazd, beliau menyampaikan bahwa Yazd adalah kota yang menawan dan pusat perdagangan, rasanya saya harus menggangguk setuju dengan pendapat Marco Polo tersebut. Yazd dipenuhi koridor rahasia tanpa tahu akan kemana kita melangkah, lalu tiba-tiba tersesat, dan kemudian kembali menemukan arah kembali ke tempat semula berkat terlihatnya ujung minaret mesjid Jāmeh nun jauh disana.
~ ~ ~

2 comments:

  1. Cantik ya Fe kotanya.. Eh atau fotografernya yg jago :D Panas 40 derajat sih mayan ya..

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan

INSTAGRAM FEED

@soratemplates